Pahami Aturan Minum Antibiotik yang Tepat

Ketika kita meminum antibiotik lantas kita mengetahui bahwa antibiotik memiliki aturan minum biasanya kita terkaget-kaget. “Loh emang ada aturannya ya?” Secara tidak langsung antibiotik punya aturan yang lebih kompleks dibandingkan obat-obat lain. Sebenarnya bagaimana aturan minum antibiotik yang benar?

Jaga Kadar Tetap Sama

Ketika kita berbicara soal antibiotik, maka kita akan berbicara soal dokter yang memberikan antibiotik kepada pasiennya. Saat antibiotik diberikan dosisnya akan selalu naik. Hal itu guna menghindari virus ataupun bakteri yang ada di tubuh Anda mengalahkan obat antibiotik tersebut. Jangan kita pikir bahwa mereka tidak belajar. Mereka belajar dengan sangat cepat.

Pada dasarnya pemberian antibiotik akan selalu meningkat dosisnya setiap kali kita diberikan antibiotik. Namun hal ini juga tergantung kepada dokternya dan jenis antibiotik yang diberikan. Ada beberapa antibiotik yang memang tidak mempan terhadap segelintir virus dan bakteri. Tapi kebanyakan antibiotik punya kemampuan untuk mengatasi mereka.

Minum 8 Jam Sekali

Antibiotik biasanya diberikan kepada pasien dalam jangka waktu 8 jam sekali. Kita tidak perlu bangun tengah malam untuk minum antibiotik karena menjaga siklusnya agar tetap 8 jam. Anda hanya perlu berusaha sedekat mungkin 8 jam. Antibiotik harus dijaga agar dosisnya tetap sama di dalam tubuh maka dari itulah diberikan 8 jam sekali.

Antibiotik punya efek samping yang tidak begitu bagus ketika diminum terlalu berlebihan. tentunya kita akan mengalami overdosis. Antibiotik yang bisa menyebabkan mual dan muntah. Keracunan obat semacam ini bisa saja terjadi apabila kita tidak menuruti anjuran dokter.

Harus Habiskan Antibiotik

Ketika kita diberi antibiotik pasti dokter akan menitipkan pesan kepada kita “habiskan meski sudah tidak sakit”. Hal ini tidak terikat sama sekali dengan prinsip ekonomi, ini merupakan prinsip sains untuk menjaga dan dosis antibiotik yang diberikan kepada pasien tersebut. Banyak dari kita yang memilih untuk tidak minum antibiotik ketika sudah tidak sakit lagi.

Padahal antibiotik harus dihabiskan karena dosis yang terekam di catatan medis kita akan dijadikan patokan untuk pengobatan kita selanjutnya. Maka dari itulah menurut anjuran dokter dan memperhatikan betul-betul aturan pakai obat merupakan salah satu cara untuk menjaga diri kita sendiri. Tentunya aturan minum antibiotik harus kita turuti dan tidak boleh kita campakkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy